29 November 2009

Kabar Formula 1 (2)

. 29 November 2009
0 Komentar

Keteguhan Kimi Raikkonen mengambil cuti setahun sempat diragukan. Hal itu tak lepas dari pernyataan manajernya, Steve Robertson, bahwa Raikkonen sedang mempertimbangkan tawaran Mercedes GP, tim yang sebelumnya bernama Brawn GP. Tapi, kemarin (20/11) Raikkonen kembali memastikan tak turun ke lintasan Formula hingga musim 2011.

Sebenarnya, juara dunia 2007 asal Finlandia itu berpeluang bergabung dengan McLaren, tim yang pernah dia perkuat sebelum ke Ferrari. Tapi, saat negosiasi tak mencapai kesepakatan, tim yang bermarkas di Woking, Inggris, tersebut lebih memilih menggaet juara dunia musim 2009, Jenson Button, yang akan menjadi duet Lewis Hamilton.

Tak bersama McLaren, berarti mantap bagi dirinya untuk cuti setahun.

''Saya rasa penawaran McLaren merupakan kesempatan terbaik untuk memenangi banyak balapan dan tantangan bagi para pembalap dalam perburuan gelar juara dunia. Jika tidak, istirahat setahun menjadi pilihan saya,'' ungkap Raikkonen melalui situs resmi F1.

''Jujur, saya hanya akan kembali pada musim 2011 jika memiliki mobil yang kompetitif,'' ucapnya.

Raikkonen menambahkan, dirinya tak ingin sekadar membalap untuk memenuhi kuota pembalap di lintasan. Bagi dia, kemenangan dan juara dunia merupakan target yang harus dicapai. ''Saya tidak mau hanya menjadi pelengkap,'' ujarnya sebagaimana dikutip Autosport.

Sehari sebelumnya, Robertson mengungkapkan Raikkonen sedang berpikir untuk memperkuat Mercedes GP setelah Button menyeberang ke McLaren. Meski begitu, Raikkonen menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan untuk itu.

Manajer Kimi Raikkonen: Cuti Bisa Batal jika Ada Tawaran yang Menarik

Teka-teki masih menyelimuti masa depan Kimi Raikkonen di ajang Formula 1. Rabu lalu (18/11) pembalap asal Finlandia itu menyatakan akan istirahat semusim. Namun, kemarin (19/11) Steve Robertson, manajer Raikkonen, menyatakan bahwa cuti sang pembalap bisa batal jika ada tawaran yang menarik.

Peluang tawaran menarik itu dilihat manajemen Raikkonen dari Mercedes GP. Tim yang musim lalu bernama Brawn GP tersebut telah ditinggal jagoannya, Jenson Button, yang pindah ke McLaren-Mercedes. Sebagai tim juara bertahan konstruktor, Mercedes GP tentu saja termasuk salah satu tim yang berpotensi mengantarkan pembalapnya bersaing menjadi juara dunia seperti yang digariskan Raikkonen.

"Inilah F1. Jika mereka (Mercedes GP) bisa meyakinkan kami, memberikan peluang kepada Kimi untuk bersaing dalam perebutan gelar juara, tidak ada yang tidak mungkin," tegas Robertson sebagaimana dilansir Autosport.

Raikkonen mengumumkan cuti selama 2010 dari ajang F1 setelah negosiasinya dengan McLaren tidak menemui kata sepakat. McLaren dikabarkan tidak mampu memenuhi tuntutan bayaran Raikkonen. McLaren mantap meninggalkan Raikkonen setelah mereka mendapatkan Button, juara dunia 2009. Dia akan diduetkan dengan Lewis Hamilton, juara dunia 2008.

Sebelumnya, Raikkonen menyatakan bahwa masa depannya di F1 pada 2010 nanti hanya ada di McLaren. Dia menganggap tim tersebut mampu memberikan peluang juara. Selain itu, dia cukup kenal dengan personel tim tersebut karena sebelumnya pernah di sana selama beberapa tahun sebelum ke Ferrari.

Nah, kabar mengenai buntunya negosiasi Raikkonen dengan McLaren karena masalah uang itu dibantah oleh Robertson. "Tentu, uang merupakan salah satu faktor. Namun, saat ini Raikkonen sama sekali tak membutuhkan uang. Dia hanya ingin mobil yang bisa mengapresiasi talentanya. Tahun ini, dia sangat frustrasi karena tak bisa memenangkan banyak seri dan gagal bersaing memperebutkan gelar juara,'' tandas Robertson.

(sumber: Harian Pagi Jawa Pos)

Kabar Formula 1 (1)

.
0 Komentar

Tim juara dunia Formula 1 2009, Brawn GP, bakal punya identitas baru untuk musim 2010. Mercedes-Benz, raksasa otomotif Jerman, telah membeli saham mayoritas tim tersebut (75,1 persen), dan mengganti namanya menjadi Mercedes GP.

"Mercedes akan bertarung di kejuaraan dunia F1 tahun depan dengan tim factory sendiri," kata Dr Dieter Zetsche, pimpinan Mercedes.

Berarti, Mercedes telah bertindak "melawan arus." Bila pabrikan lain ramai-ramai meninggalkan F1, mereka malah memutuskan untuk terjun lebih dalam. Bukan lagi sekadar supplier mesin atau pemilik saham tim. Selama ini, perusahaan itu sudah memiliki 40 persen dari saham McLaren.

Dari 75,1 persen saham itu, sebanyak 45,1 persen dari Daimler, induk Mercedes. Lalu, 30 persen dari Aabar Investments, partner Mercedes. Sisa saham tim tetap dimiliki oleh para individual yang terlibat di tim. Yaitu Ross Brawn, Nick Fry, dan beberapa lainnya.

"Ross Brawn akan tetap menjadi team principal, dengan begitu kami tetap mempertahankan kekuatan yang ada. Sama seperti divisi mesin kami di Mercedes-Benz High Performance Engines, tim baru Mercedes GP akan berada di bawah koordinasi Mercedes-Benz Motorsport, di bawah Norbert Haug," jelas Zetsche lewat rilis resmi.

Sekarang, Mercedes GP tinggal mengumumkan barisan pembalap untuk 2010. Sudah hampir pasti, Nico Rosberg menjadi salah satu andalan. Tinggal menunggu, apakah sang juara dunia Jenson Button mau bertahan di tim itu, atau hengkang ke McLaren.

Bagi McLaren, keputusan ini juga belum tentu berdampak buruk. Mercedes sepakat menjual balik 40 persen saham mereka ke tim tersebut secara bertahap, hingga 2011. Lalu, Mercedes juga tetap berlanjut menjadi penyokong mesin hingga minimal 2015 (enam tahun lagi). Serta ada opsi, kontrak mesin itu diperpanjang setelah 2015.

Menurut Ron Dennis, bos McLaren Group yang kini tak lagi memimpin tim secara harian, keputusan ini justru lebih baik untuk kepentingan jangka panjang McLaren. Sebab, mereka kini kembali lebih independen, lebih bebas menentukan masa depan.

"Ini keputusan win-win. Baik untuk McLaren maupun Daimler," tandasnya.

Dennis sama sekali tidak khawatir soal kondisi keuangan tim, meski mereka tidak akan lagi mendapat sokongan duit dari Mercedes. Dennis mengaku timnya punya fondasi yang solid, karena sudah bertahun-tahun menuai sukses dan punya hubungan jangka panjang dengan sejumlah sponsor.

Justru dengan kebebasan baru, McLaren dianggap bisa mengembangkan sayap secara komersial. Misalnya untuk melebarkan sayap ke industri mobil high performance.

Bukan rahasia lagi, McLaren sedang mengembangkan mobil super untuk jalanan, bernama MP4-12C. Rencananya, mobil itu mulai dipasarkan pada 2011 mendatang. Ada gosip, rencana pembuatan mobil inilah yang telah membuat Mercedes tersinggung, sehingga mencari cara untuk bercerai dengan McLaren. Tapi sejauh ini tak ada konfirmasi, jadi masih berstatus gosip.

Kali terakhir McLaren punya mobil super adalah McLaren F1, yang dirilis pada 1994. "Rencananya, mobil baru kami akan dibangun di pabrik supercanggih yang bersebelahan dengan (markas tim F1) McLaren Technology Centre di Woking (Inggris, Red)," pungkas Dennis.

Kemarin juga terungkap, McLaren akan tetap mempertahankan warna silver dan merah pada mobil F1 mereka untuk 2010. Sementara Mercedes GP diperkirakan menurunkan mobil yang full silver, seiring dengan warna tradisional pabrikan tersebut.

(sumber: Harian Pagi Jawa Pos)

 
ahita.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by MJG Group | dd13