05 Desember 2009

Teknologi Penghemat Bahan Bakar (1)

. 05 Desember 2009



Jika anda berupaya menghemat BBM kendaraan dgn cara mengurangi catu (supply) BBM dr karburator ke mesin tanpa menggunakan alat penghemat BBM, maka ini adalah tindakan konyol, krn kuantitas BBM dibutuhkan mesin utk menghasilkan dorongan (thrust) menurun, shg tenaga mesin pun menurun, kendaraan tak memiliki cukup tenaga tarikan utk maju, suhu mesin pun menjadi lbh panas, tp tenaganya bodong. Lain drpd itu, mesin sering mati, dan lbh cepat rusak.

Hukum fisika, thermodinamika, aerodinamika dan hidrodinamika, membuktikan bahwa, makin besar dorongan (thrust) dibutuhkan suatu kendaraan berBBM, makin banyak kuantitas BBM dibutuhkan utk menghasilkan dorongan tsb. Kendaraan dgn unjukkerja tinggi (high performance) yg dirancang utk kelajuan (speed), bertubuh ramping dan dgn pengendara dan penumpang minimum, dgn sendirinya memiliki konsumsi BBM lbh banyak drpd kendaraan yg dirancang utk tampungan angkut (load capacity), bertubuh besar dan mampu mengangkut banyak orang dan barang. Ini menjelaskan knp spdmotor dan mobil model sport atau balap dan pesawat tempur lbh boros dlm BBM, ketimbang spdmotor underbound, mobil bus, dan pesawat airbus.


BERAPA PERSEN EFISIENSI?

Sejak keberadaan kendaraan bermotor berBBM (bahanbakar minyak, fuel) [bensin, gasoline; petroleum, termasuk solar], sdh banyak org berpikir dan berupaya mengirit pemakaian BBM yg digunakan mesin. Lantas apakah usaha ini berhasil??? Jawabnya, tentu ada yg gagal dan ada yg berhasil! Lalu brp persenkah penghematan BBM yg dpt dilakukan? Jawabnya beragam, dr 10% s/d 100%, bergantung pd cara dan alat digunakan.

Memang banyak produsen yg mengklaim bahwa alat penemuan mereka bisa menghemat BBM s/d sekian persen, tp dlm prakteknya kebanyakan hanya berkisar antara 10% s/d 30%, atau rata2 hanya 20%, dan bahkan ada yg 15% saja. Namun tak tertutup kemungkinan bahwa tlh ditemukan teknologi baru yg bisa menghemat BBM diatas 30%.

Lantas, berapa mahalkan alat penghemat BBM tsb? Harganya rata2 cukup mahal, sekarang [2007] berkisar antara Rp 200 ribuan s/d 2 jutaan. Apakah alat ini layak utk dibeli, krn harganya jauh lebih mahal drpd harga per liter BBM itu sendiri? Jawabnya, utk jangka-pendek (short-term) tentu tidak, tp utk jangka-panjang (long-term), perbandingan biaya thdp manfaat (cost to benefit ratio) investasi ini cukup berarti (significant).


ILUSTRASI KONSUMSI BBM


Sbg ilustrasi, mari kita kaji estimasi berikut ini.

Jika anda menggunakan spdmotor dan konsumsi BBM anda per hari rata2 adalah 2 liter [nilai ini hanya utk menggampangkan perhitungan saja], dimana sekarang utk Premium Rp 4.500/ltr [sbg contoh saja], maka berarti Rp 9.000/hari. Sebulan, jika dihitung 30 hari, maka biaya anda keluarkan utk BBM adalah 30 x Rp 9.000 = Rp 270.000/bulan, dan setahun, 12 x Rp 270.000 = Rp 3.240.000/tahun.

Jika anda menggunakan mobil dan konsumsi BBM anda per hari rata2 adalah 20 liter [nilai ini hanya utk menggampangkan perhitungan saja], dimana sekarang utk Premium Rp 4.500/ltr [sbg contoh saja], maka berarti Rp 90.000/hari. Sebulan, jika dihitung 30 hari, maka biaya anda keluarkan utk BBM adalah 30 x Rp 90.000 = Rp 2.700.000/bulan, dan setahun, 12 x Rp 2.700.000 = Rp 32.400.000/tahun.

Jika anda menggunakan alat pengirit BBM dgn kemampuan irit rata2 12%, maka anda menghemat, utk spdmotor, 12% x Rp 3.240.000 = Rp 388.800/tahun, dan utk mobil 12% x 32.400.000 = Rp 3.880.800/tahun.

Sedangkan jika anda menggunakan alat pengirit BBM dgn kemampuan irit rata2 20%, maka anda menghemat, utk spdmotor, 20% x Rp 3.240.000 = Rp 648.000/tahun, dan utk mobil 20% x 32.400.000 = Rp 6.480.000/tahun.

Penghematan ini tentu lbh tinggi bila ternyata alat penghemat BBM tsb mampu menghemat diatas 20%, atau bahkan 30%. Sedangkan utk rerata 15% saja anda sdh berhemat banyak.


COST TO BENEFIT RATIO (CBR)


Jadi, jika anda menggunakan spdmotor dan membeli alat pengirit BBM seharga Rp 200 s/d 300 ribu, yg tahan utk setahun, maka anda tdk rugi. Demikian juga, jika anda menggunakan mobil dan membeli alat pengirit BBM seharga Rp 2 s/d 3 juta, yg tahan utk setahun, maka anda juga tdk rugi. Dan anda akan jauh lbh untung bila ternyata alat tsb bisa menghemat lbh drpd 12% dan tahan lbh drpd setahun. Dan angka2 ini akan jauh lbh berarti kalau konsumsi BBM anda lbh banyak drpd ilustrasi diatas, dan juga bila anda menggunakan BBM yg lbh mahal drpd Premium.

Lain drpd itu, bbrp alat pengirit BBM memberikan akibat sampingan (side effect) positiv thdp mesin, yakni, bahwa mengurangi kadar gas karbon, baik CO2 (carbon dioxyde) maupun CO (carbon monooxyde), shg mesin menjadi lbh bersih, krn mengurangi endapan kerak arang dlm mesin, dan sekaligus menghasilkan gas buang yg lbh bersih, shg knalpot juga lbh bersih.

Nah, dgn uraian diatas, anda akan lbh bijaksana, utk memutuskan apakah anda akan membeli alat penghemat BBM atau tidak! It 's up to you ... and the choice is yours ...
sumber: komunitas Suzuki Thunder

0 Komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
ahita.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by MJG Group | dd13